Selusurnews.com — Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe Denny Roy Tampi memanfaatkan momentum peluncuran buku Menjaga Nyiur Tetap Melambai: Legacy Sang Gubernur Sulawesi Utara 2016–2025 karya Olly Dondokambey untuk menyampaikan aspirasi pembangunan infrastruktur Sangihe kepada pemerintah pusat.
Denny menghadiri peluncuran buku tersebut di Gedung Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026). Acara itu turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara, antara lain Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, serta Ketua BPK Isma Yatun.
Di sela kegiatan, Denny bertemu dengan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Utara, Yasti Soepredjo Mokoagow, yang merupakan anggota Komisi V DPR RI.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan Denny untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, terutama pembangunan talud, jalan, dan infrastruktur yang berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat.
“Kebetulan saya hadir di peluncuran buku Menjaga Nyiur Tetap Melambai. Di sela-sela itu saya sempat bertemu dengan Ibu Yasti, anggota DPR RI Komisi V, dan saya meminta agar ada anggaran atau pekerjaan talud, jalan dan pembangunan infrastruktur lainnya yang bisa masuk ke Sangihe,” ujar Denny.
Menurut Denny, Yasti merespons positif aspirasi tersebut. Ia juga meminta agar sejumlah proposal pembangunan yang telah disampaikan sejak 2024 kembali dikawal sehingga mendapat perhatian dalam penganggaran pemerintah pusat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan talud dan infrastruktur jalan yang berada dalam kewenangan balai terkait. Denny mengatakan proposal pembangunan tersebut telah diajukan sejak 2024.
“Saya juga sudah meminta Ibu Yasti untuk mengawal beberapa proposal yang sudah diberikan sejak tahun 2024 di Balai Sungai, khususnya mengenai talud,” katanya.
Audiensi dengan DPR RI Ditunda
Denny mengatakan sebelumnya telah direncanakan audiensi bersama Bupati Kepulauan Sangihe dengan DPR RI pada Jumat. Namun, agenda tersebut ditunda karena situasi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta.
“Rencananya Jumat kami mau audiensi bersama Bupati di DPR RI, tetapi karena ada demo, maka akan dijadwalkan pada waktu yang lain,” ujar Denny.
Meski agenda audiensi ditunda, komunikasi dengan Yasti tetap dilakukan. Denny berharap pengawalan terhadap proposal pembangunan tersebut dapat membuka peluang dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk Sangihe.
Ia juga menyebut adanya komitmen untuk mengupayakan alokasi anggaran pembangunan bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe pada tahun anggaran 2027.
“Ibu Yasti berjanji akan mengawal. Tahun anggaran baru 2027 pasti ada anggaran yang masuk di Sangihe,” kata Denny.
Buku tentang Legacy Olly Dondokambey
Buku Menjaga Nyiur Tetap Melambai: Legacy Sang Gubernur Sulawesi Utara 2016–2025 merupakan karya Olly Dondokambey yang mengangkat perjalanan kepemimpinan, filosofi, serta capaian pembangunan selama periode kepemimpinannya sebagai Gubernur Sulawesi Utara.
Buku setebal 168 halaman tersebut terbagi dalam lima bagian utama. Salah satu gagasan yang diangkat adalah pentingnya semangat gotong royong dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.
Buku tersebut juga mengangkat filosofi budaya Sulawesi Utara, termasuk nilai Si Tou Timou Tumou Tou yang diwariskan Sam Ratulangi sebagai salah satu landasan pemikiran dalam membangun kedaulatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peluncuran buku itu menjadi momentum refleksi atas perjalanan pembangunan Sulawesi Utara sekaligus mempertemukan sejumlah tokoh daerah dan nasional.
Bagi Denny Roy Tampi, kehadirannya dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari agenda peluncuran buku, tetapi juga kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan Kabupaten Kepulauan Sangihe di tingkat pemerintah pusat.
(Rendy)







Tidak ada Respon