1000215516

Bupati Sangihe Turun ke Lokasi Bencana, Warga Terdampak Terima Bantuan Darurat

Redaksi
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari meninjau lokasi banjir dan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak Tamako. (Foto: SNews)
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari meninjau lokasi banjir dan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak Tamako. (Foto: SNews)

Selusurnews.com – Di tengah duka yang dialami warga akibat banjir dan tanah longsor di Kecamatan Tamako, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari turun langsung menemui masyarakat terdampak untuk memastikan penanganan darurat berjalan serta kebutuhan dasar warga segera terpenuhi.

Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe Cherry Thungari Soeyoenus, Wakil Ketua TP PKK Agnes Bulahari Walukouw, Kepala Pelaksana BPBD, Asisten II Sekretariat Daerah, serta para staf khusus, Michael mengunjungi Kampung Binala, Kampung Lelipang, dan Kampung Pokol, Jumat (24/7/2026).

Di lokasi pengungsian yang dipusatkan di Balai Desa Binala dan Gereja Lelipang, Bupati menyapa warga, berdialog dengan para korban, sekaligus menyerahkan bantuan darurat bagi keluarga yang terdampak paling parah.

Bencana yang terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 08.00 WITA itu dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sangihe. Di Kampung Binala, tanah longsor merusak satu rumah warga, menimbun dua rumah dinas, serta menghanyutkan satu rumah lainnya.

Sementara di Kampung Lelipang, tiga rumah mengalami rusak berat dan dua rumah rusak ringan akibat banjir bandang.

Selain permukiman warga, banjir juga merendam dua fasilitas pemerintah di Kampung Pokol, yakni Puskesmas Tamako dan Kantor Camat Tamako.

Saat berdialog dengan warga, Michael menegaskan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah ketersediaan air bersih. Pemerintah daerah, kata dia, telah mengerahkan dua unit mobil tangki untuk memasok air ke wilayah terdampak.

“Yang paling dibutuhkan sementara adalah air bersih,” kata Michael.

Ia menjelaskan, distribusi air bersih akan diperkuat dengan tambahan mobil tangki dari Balai Wilayah Sungai dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah juga akan mendistribusikan enam unit tandon air agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung.

“Sementara kita suplai menggunakan dua mobil tangki yang kita miliki. Dalam dua hari ke depan akan ada tambahan mobil tangki dari balai, kemudian enam unit tong air akan kita distribusikan dan salah satu prioritasnya di lokasi ini,” ujarnya.

Selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Pemkab Sangihe juga mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak. Pemerintah akan membangun kembali jaringan pipa air bersih, sementara Balai Wilayah Sungai telah diminta melakukan survei untuk normalisasi sungai yang mengalami pelebaran akibat banjir.

Menurut Michael, kondisi sungai yang berubah setelah diterjang banjir berpotensi kembali mengancam permukiman warga apabila hujan deras terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Balai Sungai Provinsi sudah kita laporkan dan mereka akan turun melakukan survei. Mudah-mudahan penanganan daruratnya tidak berlangsung lama,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah kampung memanfaatkan mekanisme perubahan penggunaan Dana Desa melalui musyawarah bersama masyarakat untuk mendukung penanganan pascabencana.

Menutup kunjungannya, Michael mengimbau warga yang bermukim di bantaran sungai maupun kawasan sekitar Gunung Sandorumang agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Jika hujan deras berlangsung lebih dari tiga sampai empat jam, jangan menunggu kondisi memburuk. Segera mencari tempat yang lebih aman atau menuju lokasi pengungsian,” ujarnya.

Kehadiran Bupati bersama jajaran pemerintah daerah di tengah masyarakat menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan penanganan darurat berjalan cepat, sekaligus memberikan dukungan moral bagi warga yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana.

(Editor: Lekra’s)