Sangihe Beri 38 Ribu Suara, Gubernur Sulut Datang Sekilas Setelah 20 Bulan

Redaksi
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus didampingi ketua DPRD Provinsi Fransiscus Andi Silangen disambut di Bandara Udara Naha, Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Foto: SNews)
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus didampingi ketua DPRD Provinsi Fransiscus Andi Silangen disambut di Bandara Udara Naha, Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Foto: SNews)

Selusurnews.com — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus baru mengunjungi Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Selasa, 20 Oktober 2026, atau satu tahun delapan bulan setelah terpilih dalam Pilkada 2024. Kunjungan perdana itu hanya berlangsung beberapa jam di Kecamatan Tabukan Utara, setelah ia mengunjungi Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Padahal, Sangihe menjadi salah satu daerah dengan dukungan signifikan bagi pasangan Yulius Selvanus–Victor Mailangkay dalam Pilkada Sulawesi Utara pada 27 November 2024. Pasangan nomor urut 1 itu meraih 38.636 suara atau 47,40 persen di kabupaten tersebut.

Dalam kunjungan itu, Yulius menghadiri penyerahan bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Balai Pertemuan Umum Kantor Camat Tabukan Utara sekitar pukul 14.35 WITA. Ia mengaku tidak memiliki banyak waktu karena harus bertolak ke Jakarta untuk menghadiri rapat koordinasi yang juga dijadwalkan dihadiri Presiden.

Yulius mengatakan semula berencana menginap di Sangihe bersama rombongan dari Manado agar dapat mengunjungi sejumlah wilayah dan melihat langsung kondisi masyarakat.

“Terima kasih atas semuanya. Waktu saya dibatasi sekali. Sebenarnya saya ingin dengan teman-teman dari Manado bermalam di sini. Saya mau melihat sana kemari,” kata Yulius.

Ia meminta masyarakat memaklumi keterbatasan waktu tersebut dan berjanji akan kembali pada kesempatan lain.

“Jadi mohon dimaklumi. Lain kesempatan saya akan datang lagi untuk bisa banyak berjalan di Sangihe ini,” ujarnya.

Kunjungan singkat tersebut membuat rencana gubernur untuk melihat langsung kondisi masyarakat di luar lokasi kegiatan belum terlaksana. Padahal, persoalan di daerah kepulauan tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga kebutuhan nelayan, pertanian, konektivitas antarpulau, dan pelayanan dasar.

Dalam Pilkada Sulawesi Utara 2024, pasangan Yulius Selvanus–Victor Mailangkay unggul di Sangihe dengan perolehan 38.636 suara atau 47,40 persen.

Pasangan Elly Engelbert Lasut–Hanny Joost Pajouw meraih 21.530 suara atau 26,41 persen. Adapun pasangan Steven Kandouw–Alfred Denny Tuejeh memperoleh 21.344 suara atau 26,19 persen.

Besarnya dukungan tersebut menjadi catatan penting dalam hubungan politik antara pemerintah provinsi dan masyarakat Sangihe. Namun, setelah satu tahun delapan bulan menjabat, kunjungan perdana yang hanya berlangsung beberapa jam menimbulkan pertanyaan tentang intensitas kehadiran gubernur di wilayah perbatasan.

Dalam sambutannya, Yulius sempat mengenang pengalamannya berkampanye di Sangihe. Ia mengatakan hanya sekali datang untuk berkampanye, tetapi berhasil meraih kemenangan.

“Saya hanya satu kali waktu itu kampanye di sini. Ya, saya satu kali, tapi satu kali kok menang, ya,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia berterima kasih atas sambutan masyarakat, termasuk kehadiran para siswa sekolah menengah atas. Ia juga menyoroti bendera Partai Gerindra yang berkibar di sekitar lokasi kegiatan.

Meski demikian, kemenangan dalam Pilkada merupakan mandat politik yang perlu diikuti kerja pemerintahan. Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, kehadiran langsung gubernur penting untuk membuka ruang dialog mengenai persoalan yang tidak selalu terjangkau melalui laporan administratif.

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyalurkan bantuan untuk sektor perikanan, kesehatan, pendidikan, pertanian, dan ketahanan pangan.

Dinas Kelautan dan Perikanan menyerahkan dua unit mesin katinting kepada Kelompok Usaha Bersama Sengkanaung. Di bidang kesehatan, pemerintah provinsi memberikan lima unit kursi roda dan 150 kacamata baca.

Sementara itu, sektor pendidikan memperoleh paket peralatan praktik untuk Sekolah Luar Biasa, empat paket peralatan strolink dan komputer, serta 42 paket perlengkapan sekolah.

Bantuan lainnya meliputi 1,5 ton beras, 32 unit tangki, dan dukungan bagi kelompok tani di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Yulius menyerahkan bantuan tersebut bersama Ketua DPRD Sulawesi Utara Fransiscus Andi Silangen, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Denny Mangala, serta sejumlah kepala perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Bantuan itu menyasar kebutuhan masyarakat di sejumlah sektor. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada ketepatan penerima, keberlanjutan program, dan kemampuan pemerintah menjawab persoalan yang lebih luas di wilayah kepulauan.

Yulius berjanji akan kembali ke Sangihe agar dapat mengunjungi lebih banyak wilayah. Masyarakat kini menunggu realisasi janji tersebut, termasuk kesempatan untuk menyampaikan persoalan mereka secara langsung kepada pemerintah provinsi.

(Rendy)