Pertamina Sebut Tak Ada Kelangkaan BBM di Sangihe, Antrean Dipicu Kekhawatiran Warga

Redaksi
Antrean panjang BBM di salah satu SPBU di Kota Tahuna, Kepulauan Sangihe, Senin (19/10/2026).
Antrean panjang BBM di salah satu SPBU di Kota Tahuna, Kepulauan Sangihe, Senin (19/10/2026).

Selusurnews.com — Pertamina Patra Niaga menyatakan tidak terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, meski antrean kendaraan mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) selama dua hari terakhir. Pertamina menilai kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan kehabisan BBM turut mendorong warga berbondong-bondong mengantre.

Field Terminal Manager Pertamina Sangihe, Arie Hernawan, mengatakan pasokan BBM tetap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, pada Senin, 19 Oktober 2026, Pertamina menyalurkan 50.000 liter BBM, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan normal harian yang disebut mencapai 43.800 liter.

“ Kami suplai hari ini 50.000 liter atau 114 persen lebih banyak daripada kebutuhan normal,” kata Arie saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin.

Menurut Arie, kepanikan yang dipicu informasi di media sosial dapat membuat masyarakat membeli BBM secara berlebihan. Ketika sebagian warga bergegas ke SPBU karena khawatir kehabisan, pengendara lain berpotensi ikut mengantre.

“Kami berpesan kepada masyarakat Sangihe untuk membeli BBM secukupnya. Ketika ada satu orang melakukan “panic buying”, masyarakat lain bisa ikut-ikutan. Dampaknya justru merugikan kita semua,” ujarnya.

Kendati demikian, antrean panjang yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat masih menghadapi kesulitan memperoleh BBM dalam waktu singkat.

Arifin Manumpil, salah seorang pengendara, mengaku mulai mengantre sejak pukul 08.00 WITA pada Senin. Ia baru mendapatkan bensin mendekati pukul 13.00 WITA, setelah menunggu hampir lima jam.

Pengalaman tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan antara jaminan ketersediaan pasokan yang disampaikan Pertamina dan pengalaman sebagian konsumen ketika mengakses BBM di SPBU.

Arie mengatakan persediaan BBM yang tercatat pada Senin mencapai 1.281.000 liter. Selain itu, kapal tanker “Tranko Aries” yang membawa 650.000 liter BBM dijadwalkan bersandar sekitar pukul 16.00 WITA untuk membongkar muatan.

Berdasarkan pemantauan melalui sistem digital Daily Tanker, kapal tersebut telah mendekati wilayah Bebalang.

Arie memperkirakan tambahan pasokan itu dapat menjaga ketersediaan BBM di Sangihe hingga 14 hari setelah pembongkaran selesai.

Pertamina juga menyatakan distribusi dilakukan melalui tiga SPBU reguler, yakni SPBU di depan Kantor Bupati, SPBU PT Tesatowo di samping Terminal Towo, dan SPBU PT Santiago. Penyaluran turut menjangkau tiga Agen Penyalur Minyak Solar (APMS), yaitu Peta, Manganitu, dan Tamako.

Pada Senin, distribusi yang dilaporkan Pertamina terdiri atas 15.000 liter untuk SPBU Santiago, 15.000 liter untuk SPBU Towo, serta 5.000 liter untuk SPBU depan Kantor Bupati. Masing-masing APMS Peta, Manganitu, dan Tamako menerima 5.000 liter. Total penyaluran mencapai 50.000 liter.

(Rendy/Chres L)