Pertamina Pastikan Stok BBM di Sangihe Aman, Suplai Dinaikkan 114 Persen untuk Redam Antrean

Chres Limpong
Pertamina Pastikan Stok BBM di Sangihe Aman, Suplai Dinaikkan 114 Persen untuk Redam Antrean
Manager Pertamina Sangihe, ​Field Terminal Arie Hernawan, Pastikan Stok BBM di Sangihe Aman, Suplai Dinaikkan 114 Persen untuk Redam Antrean (Foto: Chres L/Snews)

​Selusurnews.com — Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, menjadi 50.000 liter pada Senin (19/10/2026), atau sekitar 114 persen dari kebutuhan normal harian. 

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang dikeluhkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Field Terminal Manager Pertamina Sangihe, Arie Hernawan, mengatakan tambahan pasokan tersebut disertai kedatangan kapal tanker yang membawa 650.000 liter BBM. Menurut dia, pasokan itu diperkirakan dapat menjaga ketersediaan BBM di Sangihe hingga 14 hari ke depan setelah proses pembongkaran selesai.

“Kami suplai hari ini 50.000 liter atau 114 persen lebih banyak daripada kebutuhan normal,” kata Arie saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin, (19/10/2026).

Arie menjelaskan, kebutuhan normal penyaluran BBM harian di Sangihe berada di angka 43.800 liter. Sementara itu, kapal tanker “Tranko Aries” dijadwalkan bersandar sekitar pukul 16.00 WITA di wilayah Sangihe untuk membongkar muatan 650.000 liter.

Berdasarkan pemantauan melalui sistem digital Daily Tanker, kapal tersebut telah mendekati wilayah Bebalang. Pertamina juga mencatat persediaan BBM sebanyak 1.281.000 liter pada hari itu.

Dengan tambahan pasokan dari kapal tanker, Arie menyatakan stok BBM diproyeksikan mencukupi kebutuhan masyarakat selama dua pekan ke depan. Namun, ketersediaan tersebut tetap bergantung pada realisasi pembongkaran dan tingkat konsumsi di lapangan.

Arie mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan akibat kekhawatiran terhadap isu kelangkaan.

Menurut dia, informasi yang beredar di media sosial dapat memicu kepanikan apabila tidak disertai pemeriksaan terhadap kondisi pasokan sebenarnya. Situasi tersebut berpotensi mendorong warga membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari kebutuhan, sehingga antrean di SPBU semakin panjang.

“Kami berpesan kepada masyarakat Sangihe untuk membeli BBM secukupnya. Ketika ada satu orang melakukan “panic buying”, masyarakat lain bisa ikut-ikutan. Dampaknya justru merugikan kita semua,” ujar Arie.

Ia menegaskan, Pertamina menyesuaikan penyaluran dengan kebutuhan di lapangan untuk menjaga ketersediaan BBM di setiap titik distribusi.

Pertamina mencatat terdapat tiga SPBU reguler yang melayani masyarakat di Kepulauan Sangihe, yakni SPBU di depan Kantor Bupati, SPBU PT Tesatowo di samping Terminal Towo, dan SPBU PT Santiago.

Selain melalui SPBU reguler, penyaluran BBM juga dilakukan melalui tiga Agen Penyalur Minyak Solar (APMS), yaitu APMS Peta, Manganitu, dan Tamako.

Pada Senin (19/10/2026), distribusi BBM yang disampaikan Pertamina meliputi:

  • SPBU Santiago: 15.000 liter.
  • SPBU Towo: 15.000 liter.
  • SPBU depan Kantor Bupati: 5.000 liter.
  • APMS Peta: 5.000 liter.
  • APMS Manganitu: 5.000 liter.
  • APMS Tamako: 5.000 liter.

Total penyaluran yang dilaporkan mencapai 50.000 liter.

Arie mengatakan Pertamina menggunakan sistem digital Daily Tanker untuk memantau persediaan dan kebutuhan pengiriman BBM. Sistem tersebut membantu perusahaan memantau kondisi stok serta merencanakan suplai berikutnya.

Menurut dia, ketika persediaan di terminal atau titik penyaluran turun di bawah ambang batas tiga hari, sistem akan menjadi dasar penjadwalan pengiriman berikutnya.

Pertamina, kata Arie, terus menyesuaikan penyaluran dengan permintaan riil masyarakat. Ia berharap tambahan pasokan dan distribusi yang dilakukan dapat membantu mengurangi antrean sekaligus menjaga ketersediaan BBM di Kepulauan Sangihe.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu melihat kondisi pasokan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi berjalan tertib.

(Chres L)