Selusurnews.com – Kematian seorang nelayan berinisial NSS (51 tahun), warga Towo/Sawang Bendar, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga.
Merasa menemukan sejumlah kejanggalan dalam peristiwa tersebut, istri korban berinisial YN (38 tahun) bersama sejumlah kerabat resmi mendatangi Polres Kepulauan Sangihe untuk membuat laporan kepolisian pada Senin (12/10/2026).
Berdasarkan surat Laporan Gangguan Nomor: LP/GANGGUAN/B/8/X/2026/SPKT/POLRES KEPULAUAN SANGIHE/POLDA SULAWESI UTARA, laporan tersebut dilayangkan atas dugaan pembiaran terhadap orang yang mengalami kecelakaan kerja.
Kronologi dan Kejanggalan
Keluarga mempertanyakan kondisi korban sebelum dibawa ke rumah sakit hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Liung Kendaghe Tahuna pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.
YN mengungkapkan, informasi mengenai kondisi suaminya baru diterima dari kerabat pada Selasa malam (06/10/2026). Saat itu, NSS dikabarkan telah berada di Rumah Sakit Liung Kendaghe Tahuna dalam keadaan tidak sadarkan diri.
”Saat itu suami saya sudah berada di rumah sakit dan dalam keadaan tidak sadar,” jelas YN.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar bagi keluarga karena NSS diketahui berangkat dalam keadaan sehat. Keluarga juga mempertanyakan bagaimana korban bisa diantar dan dibawa ke rumah sakit oleh orang yang tidak mereka kenal.
Kecurigaan keluarga semakin bertambah setelah YN mendapat informasi medis mengenai kondisi organ dalam suaminya, di mana terdapat gangguan pada sejumlah organ, termasuk ginjal dan hati. Selain itu, ditemukan luka dengan kondisi kulit melepuh di bagian kedua kaki serta punggung korban.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kerabat korban, NSS sebelumnya diajak bekerja ke Filipina oleh seseorang berinisial B atau OP.
Pihak keluarga turut menyoroti keterangan rekan korban berinisial B, yang menyebutkan bahwa NSS masih dalam keadaan sehat ketika berpindah perahu. Keterangan ini dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban dirawat di rumah sakit.
YN dan keluarga berharap kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan ini, memeriksa saksi-saksi yang mengetahui keberangkatan korban, perjalanan menuju Filipina, hingga peristiwa yang menyebabkan korban tak sadarkan diri.
”Intinya kami datang ke Polres untuk melaporkan kejanggalan atas kematian suami. Karena saat berangkat dalam keadaan sehat,” tegas YN.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian NSS belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan serta konfirmasi resmi dari pihak kepolisian Polres Kepulauan Sangihe.
(Chres L)







Tidak ada Respon