1000215516

Pemkot Kotamobagu Buka Peluang Usaha lewat Kerajinan Eceng Gondok

Melan Budiman
Ketua dan Wakil Ketua TP- PKK Kotamobagu Saat Melihat hasil kerajinan tangan para peserta (Dok : Diskominfo)

Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kotamobagu menggelar pelatihan kerajinan berbahan eceng gondok.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Kotamobagu, Selasa (18/8/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM).

Pelatihan tersebut dihadiri Ketua Dekranasda Kota Kotamobagu Ny. Rindah Gaib Mokoginta bersama Wakil Ketua Dekranasda Ny. Resty Ava Mangkat Somba.

Turut hadir Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Kotamobagu Noval Manoppo, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Kotamobagu Sofyan Buolu, narasumber I Made Mangku dan Hajah Neny Mokoginta, insan pers, serta para pelaku IKM dan masyarakat peserta pelatihan.

Ketua Dekranasda Kota Kotamobagu Rindah Gaib Mokoginta mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengajarkan teknik mengolah dan menganyam eceng gondok.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dan membuka peluang usaha baru.

“Kegiatan pelatihan hari ini bukan hanya sekadar mempelajari cara menganyam atau menghasilkan produk kerajinan dari bahan eceng gondok, tetapi lebih dari itu, ini merupakan upaya mengembangkan kreativitas dan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku industri kecil di daerah ini,” ujar Rindah.

Ia menilai eceng gondok yang selama ini kerap dianggap sebagai tanaman pengganggu memiliki potensi untuk diolah menjadi produk kerajinan bernilai guna dan bernilai jual.

Melalui kreativitas, inovasi, dan ketekunan, eceng gondok dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki daya saing di pasar.

Rindah meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pengetahuan dari para narasumber.

Selain keterampilan teknis, peserta juga didorong memperhatikan desain serta perkembangan selera konsumen. Menurutnya, aspek tersebut penting agar produk yang dihasilkan tidak hanya menarik, tetapi juga mampu bersaing dengan produk kerajinan dari daerah lain.

“Kami sangat berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan saja, tetapi diterapkan dan dikembangkan dalam kegiatan usaha Bapak dan Ibu sekalian,” katanya.

Rindah berharap peserta pelatihan dapat menjadi penggerak bagi masyarakat lainnya dalam mengembangkan usaha berbasis kerajinan eceng gondok.

Dengan pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, eceng gondok diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Kolaborasi antara Pemkot Kotamobagu dan Dekranasda melalui pelatihan tersebut diharapkan dapat terus diperkuat untuk melahirkan pelaku IKM yang kreatif, mandiri, dan inovatif.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor industri kecil dan menengah terhadap perekonomian Kota Kotamobagu.***