1000215516

Eceng Gondok Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Dekranasda Kotamobagu Dorong Warga Kembangkan Kerajinan

Melan Budiman
Ketua TP- PKK Ny Rindah Gaib Mokoginta Saat memberikan penghargaan kepada peserta (Dok: Diskominfo)

Selusurnews.com – Tanaman eceng gondok yang selama ini kerap dipandang sebagai gulma mulai dimanfaatkan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi oleh masyarakat Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu materi dalam Pelatihan Kerajinan Anyaman Eceng Gondok yang digelar selama empat hari dan ditutup Ketua Dekranasda Kota Kotamobagu, Ny. Rindah Gaib Mokoginta, S.E., M.Ec.Dev., Jumat (21/8/2026).

Penutupan pelatihan berlangsung di Aula Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Kotamobagu.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan mulai dari pengolahan bahan baku hingga teknik menganyam eceng gondok menjadi berbagai produk kerajinan.

Ketua Dekranasda Kota Kotamobagu Rindah Gaib Mokoginta mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

“Pelatihan ini memiliki nilai strategis karena peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik mengolah dan menganyam eceng gondok, tetapi juga mendapatkan wawasan bagaimana bahan yang selama ini mungkin dianggap sederhana dapat diolah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai guna, nilai estetika, sekaligus nilai ekonomi,” ujar Rindah.

Menurut Rindah, eceng gondok dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti tas, keranjang, kotak tisu, hingga produk dekoratif.

Dengan kreativitas dan inovasi, bahan baku yang mudah ditemukan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Rindah meminta peserta tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan.

Ia mendorong keterampilan yang diperoleh dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki kualitas dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

“Dengan kreativitas, keterampilan, dan inovasi, bahan yang sederhana ini dapat diolah menjadi tas, keranjang, produk dekoratif, dan berbagai kerajinan lainnya yang memiliki nilai jual,” katanya.

Menurut dia, pengembangan kerajinan eceng gondok juga sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Hal tersebut juga sejalan dengan harapan Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, agar pelatihan tidak sekadar menghasilkan keterampilan baru, tetapi dapat melahirkan inovasi dan peluang usaha bagi masyarakat.***