1000215516

Tembus Medan Terjal di Puncak Kemarau, Plt Bupati Sitaro Berjibaku Pantau Karhutla di Kampung Nameng

Redaksi
Plt Bupati Heronimus Makainas meninjau langsung langsung Karhutla di Kampung Nameng. (foto: Kominfo Sitaro)
Plt Bupati Heronimus Makainas meninjau langsung langsung Karhutla di Kampung Nameng. (foto: Kominfo Sitaro)

Selusurnews.com — Medan terjal dan akses darat yang minim tak menyurutkan langkah kaki Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Heronimus Makainas, SE, MM. Pada Jumat (14/08/2026), di tengah sengatan terik matahari kemarau, ia menembus pedalaman Kampung Nameng, Kecamatan Siau Barat Utara, untuk meninjau langsung amukan si jago merah yang melahap kawasan hutan setempat.

Peninjauan ke lokasi yang terisolir ini dilakukan bukan sekadar formalitas birokrasi semata. Heronimus turun gunung demi melihat langsung kondisi kawasan yang terdampak, sekaligus menjamin bahwa penanganan darurat kebakaran hutan berjalan cepat, terukur dan terkoordinasi antar-instansi terkait.

Perjalanan menuju titik api rupanya bukanlah perkara mudah. Rombongan pemerintah daerah harus berjibaku melewati lanskap berbukit yang sangat sulit dijangkau dengan kendaraan standar. Keterbatasan infrastruktur akses dan sarana pendukung di lapangan menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi oleh tim pemadam, relawan maupun rombongan pimpinan daerah.

Insiden yang terjadi di Kampung Nameng ini mengonfirmasi tingginya kerawanan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kepulauan Sulawesi Utara saat ini. Merujuk data dan peringatan iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode Agustus merupakan fase puncak musim kemarau di mana tingginya suhu udara dan anjloknya intensitas curah hujan membuat tutupan vegetasi mengering drastis sehingga sangat rentan tersulut api.

Tiba di lokasi dengan kondisi medan yang menguras tenaga, Heronimus tidak membuang waktu. Ia langsung menggelar koordinasi maraton dengan aparat pemerintah kecamatan, perangkat kampung, petugas penanggulangan bencana, hingga warga sekitar yang berjaga di dekat area terdampak.

Melihat kondisi lahan yang mengering dan potensi meluasnya api akibat hembusan angin, orang nomor satu di Sitaro ini mengeluarkan peringatan tegas namun empatik. Ia meminta seluruh lapisan warga untuk tidak ceroboh dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memantik percikan api.

“Keselamatan masyarakat menjadi yang utama. Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada, tidak melakukan pembakaran sembarangan serta segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau kebakaran,” ujar Heronimus di sela-sela peninjauannya di lokasi kejadian.

Selain instruksi untuk warga, arahan khusus juga dialamatkan kepada jajaran aparat di lapangan. Mengingat sulitnya topografi dan minimnya fasilitas pemadaman otomatis, ia menginstruksikan agar proses pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah lompatan api ke area yang lebih luas atau mendekati permukiman.

Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Sitaro berjanji akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan dan mitigasi Karhutla. Peran aktif masyarakat sebagai garda terdepan pelapor dan penjaga lingkungan dinilai sangat krusial untuk mencegah bencana serupa terulang di kawasan rawan lainnya.

Peninjauan langsung ini sekaligus menjadi bukti konkret kehadiran negara di tengah kondisi krisis. Meskipun dihadapkan pada letak geografis kepulauan yang menantang dan akses yang terjal, keselamatan ekosistem dan masyarakat Sitaro tetap menjadi prioritas yang tak bisa ditawar, terutama di tengah bayang-bayang ancaman puncak kemarau tahun ini. (**)

Editor:
Ady Putong