1000215516

Alkes Rusak Terendam Banjir, Dinkes Sangihe Siapkan Anggaran Puskesmas Tamako

Redaksi
Banjir pada 22 Juli 2026 merendam sejumlah alat kesehatan di Puskesmas Tamako. (Foto: Ist)
Banjir pada 22 Juli 2026 merendam sejumlah alat kesehatan di Puskesmas Tamako. (Foto: Ist)

Selusurnews.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe menyiapkan anggaran melalui APBD Perubahan untuk mengganti sejumlah alat kesehatan (Alkes) yang rusak akibat terendam di Puskesmas Tamako.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Sangihe Handry Pasandaran mengatakan, penggantian peralatan tersebut menjadi salah satu langkah jangka pendek pemerintah daerah untuk memastikan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tamako tetap berjalan.

“Kalau terkait dengan Tamako, kami sudah menyikapi dalam jangka waktu pendek ini dengan menyusun rencana kebutuhan peralatan kesehatan melalui dana APBD Perubahan,” kata Handry.

Dia mengatakan, kebutuhan pengadaan tersebut telah disiapkan dan selanjutnya menunggu proses pembahasan bersama DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Penggantian akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan peralatan kesehatan yang mengalami kerusakan.

“Kami berupaya secara bertahap mulai dari penggantian alat yang rusak di Puskesmas Tamako,” ujarnya.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Dinkes setelah fasilitas pelayanan kesehatan di Tamako terdampak banjir. Kondisi itu membuat sejumlah peralatan kesehatan harus mendapatkan penanganan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Selain penanganan di Tamako, Dinkes Sangihe juga tengah menyusun berbagai kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan untuk diusulkan kepada pemerintah pusat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden mengenai pentingnya penguatan layanan dasar kesehatan.

“Kami sudah menyusun sejumlah proposal yang akan dikirim ke Kementerian Kesehatan sebagai bentuk tindak lanjut,” kata Handry.

Menurut dia, penguatan fasilitas kesehatan tidak hanya menyangkut bangunan, tetapi juga ketersediaan alat kesehatan dan fasilitas pendukung yang memadai untuk menunjang pelayanan di tingkat pertama.

Handry mengatakan pemerintah daerah akan berupaya memenuhi kebutuhan tersebut secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan skala prioritas.

(Editor: Lekra’s)