Viktor Takarasel, Anak Muda dengan Gagasan Membangun Lesabe 1 Menuju Kemandirian Ekonomi Desa

Redaksi
Viktor Takarasel, calon Kapitalaung Lesabe 1, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Foto: Ist:
Viktor Takarasel, calon Kapitalaung Lesabe 1, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Foto: Ist:

Selusurnews.com — Pembangunan desa tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Pendidikan, keterampilan, kemandirian ekonomi, dan pelayanan publik juga menentukan masa depan masyarakat. Gagasan itulah yang ditawarkan Viktor Takarasel, calon Kapitalaung Lesabe 1, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, melalui rencana pembangunan delapan tahun yang disusunnya.

Lahir pada 21 April 1997, Viktor membawa latar belakang manajemen, komunikasi, pendidikan, dan organisasi ke dalam pencalonannya. Ia ingin menjadikan Lesabe 1 sebagai desa yang beriman, rukun, mandiri, sehat, cerdas, berdaya saing, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Pembangunan desa bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki akses terhadap pendidikan, keterampilan, dan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya,” Ungkap Viktor.

Dalam konsep pembangunan yang ditawarkannya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu perhatian utama. Viktor merencanakan pelatihan “public speaking”, bahasa Inggris, komputer, dan kepemimpinan bagi pemuda. Ia juga menargetkan pembentukan pusat belajar masyarakat berbasis digital dalam tiga tahun.

Selain itu, ia memasang target peningkatan partisipasi pendidikan anak dan remaja hingga 90 persen dalam lima tahun. Pendataan warga putus sekolah serta penyediaan pelatihan keterampilan dan kerja juga masuk dalam rencana tersebut.

Bagi Viktor, keterampilan dapat menjadi bekal masyarakat untuk memperluas kesempatan kerja maupun membangun usaha. Namun, pencapaian target tersebut akan bergantung pada pemetaan kebutuhan warga, ketersediaan tenaga pengajar, pembiayaan, dan kemitraan dengan lembaga terkait.

Mendorong Ekonomi dari Potensi Lokal

Di bidang ekonomi, Viktor ingin memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menargetkan pembentukan sedikitnya lima kelompok usaha produktif dalam tiga tahun serta peningkatan produktivitas sektor-sektor tersebut hingga 30 persen dalam lima tahun.

Program yang direncanakannya mencakup pembagian bibit pertanian, pengembangan kebun rumah tangga, penguatan kelompok tani dan nelayan, serta pengembangan BUMDes berbasis pangan lokal.

“Saya ingin potensi yang ada di kampung dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, penguatan kelompok usaha dan pemasaran produk lokal menjadi bagian penting dalam rencana pembangunan,” Ujar dia.

Dalam jangka panjang, ia membayangkan Lesabe 1 menjadi desa mandiri pangan, dengan hasil produksi masyarakat yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

Untuk mewujudkannya, pembentukan kelompok usaha perlu disertai pendampingan produksi, akses permodalan, pengolahan hasil, dan pemasaran. Langkah-langkah tersebut akan menentukan keberlanjutan usaha warga.

Air Bersih dan Pelayanan Kesehatan

Di tengah rencana pengembangan ekonomi dan teknologi, Viktor turut menempatkan kebutuhan dasar masyarakat sebagai prioritas.

Dalam dua tahun pertama, ia merencanakan pengaktifan kembali bak penyaring dan penampung air serta perbaikan jaringan distribusi. Ia menargetkan akses air bersih menjangkau 80–90 persen rumah warga dalam tiga tahun.

Penguatan Posyandu dan pelayanan kesehatan dasar juga masuk dalam agenda jangka pendek. Sementara dalam jangka panjang, ia ingin membangun sistem pengelolaan air desa yang mandiri dan berkelanjutan.

“Teknologi memang penting, tetapi kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh diabaikan. Pembangunan harus berjalan seimbang, mulai dari pelayanan dasar hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” Kata Viktor.

Rencana tersebut memerlukan pemetaan kondisi sumber air, perhitungan anggaran, dan sistem pemeliharaan agar manfaatnya dapat dirasakan warga secara berkelanjutan.

Melibatkan Pemuda dan Perempuan

Viktor juga menawarkan peningkatan keterlibatan pemuda dan perempuan dalam pembangunan. Ia menargetkan partisipasi kedua kelompok tersebut mencapai sedikitnya 60 persen dalam lima tahun.

Selain itu, ia merencanakan pelatihan literasi digital dan kewirausahaan daring bagi sedikitnya 50 pemuda dalam tiga tahun. Digitalisasi administrasi desa juga diharapkan dapat memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Gagasan ini akan membutuhkan mekanisme partisipasi yang jelas agar keterlibatan pemuda dan perempuan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga mencakup proses perencanaan dan pengambilan keputusan.

Viktor membagi rencana pembangunannya dalam tiga tahap. Dua tahun pertama difokuskan pada kebutuhan dasar dan penguatan kapasitas warga. Tahun ketiga hingga kelima diarahkan pada pengembangan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kelembagaan desa. Adapun tahun keenam hingga kedelapan ditujukan untuk mendorong kemandirian pangan, literasi teknologi, dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Ia turut mengusulkan forum masyarakat desa, pelayanan pemerintahan yang adil dan transparan, serta kegiatan olahraga tahunan yang diharapkan dapat menggerakkan UMKM dan mendukung pendapatan asli desa.

Membawa Pengalaman ke Kampung

Viktor menempuh pendidikan dasar di SD GMIST Okumenel Lesabe, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Tabukan Selatan dan SMA Negeri 1 Motoling. Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Sam Ratulangi, Manado, dan STIE IBMT Surabaya.

Pengalaman profesionalnya dimulai pada 2017, ketika ia bekerja sebagai Manager Area Papua di PT Sukses Muda Indonesia hingga 2019. Ia kemudian menjadi Manager Operasional PT Aura Cantik Indonesia pada 2019–2020, sebelum bekerja sebagai Public Relation Manunggal English Course pada 2020–2021.

Ia juga tercatat aktif sebagai promotor STIFIN dan pelatih “public speaking” sejak 2017. Dalam kegiatan organisasi, Viktor pernah terlibat di Wirausaha Muda Nusantara, KNPI Kabupaten Bandung, Ikatan Ungke-Momo Sangihe, dan GENPI Sangihe. Ia juga mendirikan Young Speaker Sangihe.

Sejak 2022, ia tercatat sebagai Staff PPA Anugerahnya Manalu. Pada 2024, ia dipercaya menjadi Manager Operasional Sangihe Learning Center.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari bekal yang dibawanya ketika mencalonkan diri sebagai Kapitalaung Lesabe 1. Namun, pengelolaan pemerintahan desa memiliki tantangan tersendiri, mulai dari perencanaan anggaran dan tata kelola administrasi hingga pengawasan program serta pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Pada akhirnya, gagasan pembangunan yang ditawarkan Viktor akan diuji melalui kejelasan prioritas, kemampuan pelaksanaan, dan manfaat yang dihasilkan bagi warga.

Pendidikan, ekonomi lokal, air bersih, dan digitalisasi merupakan bidang yang saling berkaitan. Tantangannya adalah memastikan seluruh rencana itu dapat diterjemahkan menjadi program yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Lesabe 1.

(Editor: Rendy Saselah)