​Pantau Kampanye Pemilihan Kapitalaung, Bupati Sangihe Ingatkan Para Calon Pentingnya Kebersamaan

Chres Limpong
​Pantau Kampanye Pemilihan Kapitalaung, Bupati Sangihe Ingatkan Para Calon Pentingnya Kebersamaan
​Bupati Sangihe Michael Tungari Pantau Kampanye Pemilihan Kapitalaung di Tiga Kecamatan (Foto: Chres L/Snews)

​Selusurnews.com — Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, melakukan pemantauan langsung ke sejumlah wilayah untuk memastikan pelaksanaan kampanye Pemilihan Kapitalaung (Kepala Desa) berjalan aman, tertib, dan kondusif. Pemantauan tersebut mencakup beberapa lokasi, di antaranya Tabukan Utara, Tabukan Tengah dan Manganitu.

​Dalam pantauannya saat menghadiri Dialog Kampanye Damai di Kampung Nahepese Kecamatan Manganitu, Bupati Michael Thungari menekankan agar para calon kepala desa tidak menyusun program yang terlalu muluk-muluk, melainkan membuat janji-janji politik yang realistis sesuai dengan porsi anggaran kampung.

​Dengan anggaran kampung yang terbatas, para calon harus menjamin program dan kegiatan yang diusung. Jangan sampai berjanji membangun jalan misalnya, padahal anggarannya baru bisa terkumpul dalam waktu lima tahun, ujar Michael Thungari saat diwawancarai para awak media. Rabu (14/10/2026)

​Meski porsi anggaran kampung terbilang kecil dibanding anggaran negara keseluruhan, Bupati menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah alasan bagi suatu kampung untuk gagal berkembang. Menurutnya, manfaat besar pembangunan tetap bisa dirasakan masyarakat jika anggaran dikelola dengan jujur, bijak, dan transparan.

​Selain masalah transparansi anggaran, Bupati Michael Thungari menegaskan pula pentingnya partisipasi warga melalui musyawarah desa. Ia meminta para calon kapitalaung tidak hanya merangkul kelompok pendukungnya saja, melainkan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pengambilan keputusan.

​Mendekati penghujung masa kampanye, Bupati Sangihe juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan para pendukung paslon untuk menjaga kondusivitas. Apabila terdapat permasalahan di tingkat bawah, ia meminta agar hal tersebut dapat segera diselesaikan.

​”Perbedaan dalam proses demokrasi itu hal yang biasa. Karena ini berada di tingkat paling bawah (kampung), jika ada persoalan agar cepat diselesaikan. Setelah tanggal 21 Oktober 2026, mari kita kembali menjalin kebersamaan. Siapa pun yang terpilih nanti, mari kita dukung bersama demi kemajuan kampung tercinta,” ungkap Bupati.

(Chres L)