Pasca-Bob Wuaten Purnatugas, PUPR Sitaro Tancap Gas Tuntaskan Ruas Lingkar Utara

Ady Putong
Ilustrasi peta Pulau Siau sebelah Utara yang kampung-kampungnya akan dihubungkan oleh ruas Ulu-Nameng (gambar: maps)
Ilustrasi peta Pulau Siau sebelah Utara yang kampung-kampungnya akan dihubungkan oleh ruas Ulu-Nameng (gambar: maps)

Selusurnews.com — Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru saja ditinggalkan sosok Bob Wuaten, birokrat sarat pengalaman teknis yang sudah memasuki masa purnatugas. Penggantinya, pelaksana tugas kepala dinas Enos Mundulung ST langsung tancap gas menuntaskan target pembangunan infrastruktur sebelum tutup tahun.

Pada Selusurnews Sabtu (03/10/2026) Enos mengatakan secara keseluruhan yang akan dilakukan instansinya adalah menuntaskan program yang dirintis Bob Wuaten. Salah satunya adalah menyambung semua kampung dalam satu lintasan di wilayah lingkar Utara Pulau Siau.

“Kita sekarang lagi bergegas untuk lingkar Utara yaitu ruas Ulu-Nameng dan sekarang pengerjaan sudah di ruas antara Bukide-Nameng,” kata Enos.

Asal tahu saja, pembangunan Jalan Lingkar Utara di Kabupaten Kepulauan Sitaro, khususnya yang melintasi Pulau Siau, merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis daerah untuk membuka keterisolasian wilayah pesisir dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Tujuan utamanya untuk menghubungkan sejumlah kampung dan wilayah di bagian utara Pulau Siau karena selama ini akses daratnya sulit atau terputus. Sebelum adanya akses jalan yang memadai, masyarakat di beberapa wilayah pesisir utara sangat bergantung pada jalur laut untuk mobilitas sehari-hari dan distribusi hasil bumi.

“Sebagai pelaksana tugas saya tentu minta kesempatan untuk kerja sesuai target karena intinya semua yang akan dilakukan PUPR itu sudah direncanakan sejak awal,” cetus dirinya.

Selain lingkar Utara, SKPD teknis itu juga menghadapi penyelesaian ruas Dompase-Winangun serta ruas di Tatahadeng yang beberapa waktu lalu dilanda longsor. Kerja-kerja tersebut diupayakan bisa selesai sebelum akhir tahun ini.

Seluruh pengerjaan yang ditangani PUPR Sitaro sejatinya ini berhadapan dengan dinamika geografis dan efisiensi, sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

“Memang ada tantangan soal efisiensi tetapi kami juga sudah menyerahkan permohonan dalam bentuk proposal ke balai-balai Kementerian PU supaya bisa ada bantuan anggaran dan pengerjaan infrastruktur masuk ke Sitaro, mudah-mudahan pemerintah pusat bisa mempertimbangkan,” kata birokrat yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas PUPR Sitaro itu. (**)

Editor:
Ady Putong