Selusurnews.com – Burung Sampiri atau nuri Talaud (Eos histrio), satwa endemik kebanggaan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, kian terdesak di habitat aslinya. Pegiat konservasi lokal, Dodi Maarial, mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk bersama menjaga burung berbulu merah dan biru itu sebelum benar-benar hilang dari alam.
Sampiri merupakan salah satu satwa yang hanya dapat ditemukan di Kepulauan Talaud dan sekitarnya. Lembaga konservasi dunia IUCN memasukkan spesies ini dalam kategori terancam punah (Endangered), sementara pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai satwa dilindungi. Perburuan untuk perdagangan burung peliharaan serta menyusutnya hutan menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidupnya.
Dodi, yang dikenal melalui akun media sosial Teras Sampiri, menilai hilangnya Sampiri tidak sekadar berarti berkurangnya satu jenis burung. Menurut dia, Sampiri adalah bagian dari identitas Talaud yang semestinya tetap bisa dinikmati generasi mendatang.
“Sangat menyedihkan jika burung Sampiri, kebanggaan Talaud, harus punah di tanahnya sendiri. Jangan sampai suatu hari nanti anak cucu kita hanya bisa mengenalnya lewat gambar dan cerita,” kata Dodi, belum lama ini.
Ia mendorong masyarakat untuk mulai peduli sejak sekarang, antara lain dengan menjaga kawasan hutan yang menjadi habitat Sampiri serta tidak menangkap, memelihara, atau memperjualbelikan burung tersebut.
“Mari kita jaga bersama, karena ketika Sampiri hilang, ada bagian dari kekayaan alam dan identitas Talaud yang ikut hilang. Jangan tunggu sampai semuanya terlambat untuk peduli,” ujarnya.
Butuh Kerja Bersama
Upaya pelestarian Sampiri dinilai tidak dapat bertumpu pada satu pihak. Keterlibatan masyarakat, komunitas pecinta lingkungan, pemerintah desa, hingga instansi terkait diperlukan, mulai dari perlindungan habitat, edukasi lingkungan, sampai penindakan terhadap perburuan dan perdagangan satwa liar.
Bagi warga Talaud, Sampiri bukan hanya bagian dari keanekaragaman hayati, tetapi juga simbol kebanggaan daerah di ujung utara Indonesia. Menjaga keberadaannya berarti turut menjaga warisan alam yang kelak diwariskan kepada generasi berikutnya.
(Fernando Loronusa)







Tidak ada Respon