​Predikat Pemain Terbaik, Perjalanan Vanio Johanis, Talenta Muda Sangihe menuju Cirebon United U-13

Chres Limpong
​Predikat Pemain Terbaik, Perjalanan Vanio Johanis, Talenta Muda Sangihe menuju Cirebon United U-13
​Predikat Pemain Terbaik, Perjalanan Vanio Johanis, Talenta Muda Sangihe menuju Cirebon United U-13

​Selusurnews.com — Jarak geografis di ujung utara Nusantara tidak menyurutkan langkah Vanio de Richterson Caesaritho Johanis untuk mengejar impian menjadi pesepak bola profesional.

Remaja berusia 13 tahun asal Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara ini, kini resmi menyandang status sebagai pemain Cirebon United U-13 dan telah bertolak ke Jawa Barat untuk mengikuti program pembinaan intensif, Minggu (18/10/2026).

Lahir di Tahuna pada 20 April 2013, anak pertama dari pasangan Vicky Haryanto Johanis dan Ervina Jacobus ini​ menjadi bukti nyata bahwa potensi atlet muda dari daerah kepulauan dan perbatasan mampu bersaing dalam kancah pembinaan sepak bola nasional.

​Berawal dari Futsal Jalbat FC dan Gelar Pemain Terbaik, kecintaan Vanio terhadap olah si kulit bundar sudah terlihat sejak masa kanak-kanak. Ia mengawali fondasi permainannya bukan dari lapangan besar, melainkan dari arena futsal bersama Jalbat FC pada usia 10 tahun. Di sanalah kelincahan, kontrol bola, dan pemahaman ruang permainannya mulai teruji.

​Bakat alami Vanio kian menyita perhatian publik olahraga lokal saat berlaga di turnamen Trofeo U-12 Apotik Agape 2024 yang digelar di Tahuna Sport Center. Tampil dominan di sepanjang kompetisi, Vanio menyabet penghargaan individu sebagai Pemain Terbaik (Best Player).

​Gemblengan SSB Malahasa dan Pengalaman Terbang di Manado
​Memasuki tahun 2025, Vanio memutuskan untuk meningkatkan level pembinaannya dengan bergabung bersama Sekolah Sepak Bola (SSB) Malahasa Tahuna.

Di bawah asuhan pelatih SSB Malahasa, ia digembleng secara taktik, fisik, serta mental bertanding di lapangan hijau ukuran standar. Bersama SSB Malahasa, Vanio dipercaya mengisi posisi krusial tim dalam berbagai kompetisi antar-klub/SSB, termasuk menjajal ketatnya persaingan kejuaraan diluar daerah hingga ke Kota Manado.

Pengalaman bertanding di luar daerah ini menjadi potensi yang mematangkan kesiapan mental bertandingnya.

​Menembus Seleksi Ketat Cirebon United 2026

​Puncak lompatan karier Vanio terjadi pada tahun 2026. Ia memberanikan diri mengikuti ajang seleksi terbuka yang digelar oleh Cirebon United, salah satu lembaga pembinaan sepak bola usia muda terkemuka di Jawa Barat yang memadukan kurikulum olahraga profesional (sports science) dan pendidikan formal.

​Menghadapi ratusan peserta seleksi yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia, Vanio tampil konsisten dan memikat para tim pemandu bakat (scout). Ia dinyatakan lolos dan kini telah resmi bergabung dengan skuad Cirebon United U-13 yang bermarkas di Cirebon.

​Harapan bagi Generasi Muda Daerah Perbatasan​, keberangkatan Vanio ke Cirebon untuk menjalani kehidupan baru sebagai siswa diklat sepak bola mendapat dukungan moral penuh dari keluarga, pelatih, serta masyarakat Sangihe.

​Program pembinaan terpadu di Cirebon United diharapkan tidak hanya mempertajam kemampuan teknis dan taktis Vanio di lapangan, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta menjaga kelangsungan pendidikan formalnya.

​Kisah Vanio Johanis menjadi inspirasi hangat bagi pesepak bola muda di Kepulauan Sangihe: bahwa keterbatasan fasilitas di daerah bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan menembus panggung sepak bola nasional.

(Chres L)