Pendidikan Performing Mantri Batch 66 BRI Tahuna Berakhir, Kompetensi Analisis Kredit Diperkuat

Redaksi
Foto: Peserta Pendidikan Performing Mantri Batch 66 Cluster Tahuna, Kantor BRI Cabang Tahuna, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Ist)
Foto: Peserta Pendidikan Performing Mantri Batch 66 Cluster Tahuna, Kantor BRI Cabang Tahuna, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Ist)

Selusurnews.com – Ketepatan analisis usaha nasabah menjadi salah satu kunci menjaga kualitas kredit perbankan. Hal ini menjadi fokus Pendidikan Performing Mantri Batch 66 Cluster Tahuna yang memasuki hari terakhir di Kantor BRI Cabang Tahuna, Sabtu (10/10/2026).

Pendidikan tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi para Mantri BRI, khususnya dalam menjalankan proses bisnis kredit secara cermat, terukur, dan sesuai prinsip kehati-hatian.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sesi pembelajaran yang telah dilaksanakan pada Sabtu (3/10/2026). Para Mantri BRI Cabang Tahuna mengikuti pembekalan yang berfokus pada pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas di lapangan.

Pada hari terakhir, materi disampaikan oleh Manager Bisnis Mikro (MBM) BRI Cabang Tahuna, Haswinckel Mandik dan Jendry Glerry Rompas.

Materi yang diberikan mencakup pemahaman terhadap usaha nasabah, analisis laporan keuangan, perhitungan kebutuhan kredit, teknik probing atau pendalaman informasi nasabah, serta penyusunan struktur dan rekomendasi kredit.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai mitigasi risiko kredit, pemantauan kredit secara langsung (onsite) maupun tidak langsung (offsite), Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), restrukturisasi, penanganan kredit bermasalah, hingga pemulihan kredit (recovery).

Haswinckel Mandik mengatakan, pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan Mantri dalam memahami kondisi usaha nasabah sebelum mengambil keputusan kredit.

“Mantri tidak hanya dituntut untuk memahami angka, tetapi juga harus mampu melihat dan memahami kondisi usaha nasabah secara langsung. Dengan analisis yang baik, keputusan kredit bisa lebih tepat dan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” ujar Haswinckel.

Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik dan kondisi usaha nasabah merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kredit. Oleh karena itu, kemampuan menggali informasi, membaca laporan keuangan, serta menghitung kebutuhan kredit perlu terus ditingkatkan.

“Harapannya, melalui pendidikan ini teman-teman Mantri semakin percaya diri dalam menjalankan tugas di lapangan, mampu memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, sekaligus tetap menjaga kualitas kredit BRI,” tambahnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Tahuna, Dafi Qisthi, sebelumnya turut memberikan pembekalan dalam rangkaian Pendidikan Performing Mantri Batch 66. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi untuk mendorong kinerja Mantri agar semakin optimal.

Melalui pendidikan ini, para Mantri diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas kerja sehari-hari. Penguatan kompetensi tersebut juga diharapkan mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada nasabah serta menjaga pertumbuhan bisnis BRI yang sehat dan berkelanjutan di wilayah kerja BRI Cabang Tahuna.

(Editor: Rendy Saselah)