Sosok muda inspiratif datang dari dunia kesehatan Tanah Tampungang Lawo. Dialah Christin Joice, atau akrab disapa Joice, perempuan kelahiran Tahuna, 11 Agustus 1995, yang kini mengabdi sebagai ASN di RSUD Liun Kendage Tahuna dengan jabatan Perawat Ahli Pertama.
Di balik seragam medisnya, Joice adalah representasi anak muda yang memilih jalan pengabdian. Lulusan STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta ini menempuh pendidikan S1 hingga Profesi Ners pada 2013–2018. Baginya, dunia keperawatan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati.
“Every day is a chance to start again.”
Kalimat itu menjadi pegangan hidup Joice. Di tengah tekanan dan tuntutan pekerjaan, ia percaya setiap hari selalu memberi ruang untuk memperbaiki diri dan memberi dampak lebih besar bagi orang lain.
Antara Panggilan Hati dan Tantangan Profesi
Sebagai perawat, Joice merasakan langsung dua sisi dunia medis. Sisi yang paling membahagiakan? Kepuasan saat bisa membantu menyelamatkan nyawa, belajar tentang empati, hingga menerima apresiasi tulus dari pasien dan keluarga.
“Rasa lelah itu terbayar ketika melihat pasien membaik,” begitu prinsip yang ia pegang.
Namun, realitas tak selalu mudah. Jam kerja panjang, risiko infeksi, beban kerja tinggi, hingga rasa kurang dihargai kerap menjadi tantangan yang harus dihadapi. Meski begitu, Joice memilih bertahan dan terus berkembang.
Beauty, Books, and Balance
Menariknya, di luar dunia medis yang penuh tekanan, Joice punya cara sendiri untuk menjaga keseimbangan hidup. Ia gemar makeup dan membaca buku. Baginya, dua hal itu adalah bentuk self-reward sekaligus cara merawat diri agar tetap waras dan percaya diri.
Di tengah sebagian pemikiran bahwa tenaga kesehatan harus selalu terlihat serius dan kaku, Joice menunjukkan bahwa menjadi profesional tak menghalangi perempuan untuk tetap mengekspresikan diri.
Pesan untuk Anak Muda
Perjalanan Joice jadi bukti bahwa kesuksesan tak selalu tentang popularitas atau pengakuan individu. Ada anak-anak muda yang memilih hadir di ruang-ruang sunyi, mendampingi pasien di saat paling membutuhkan perawatan dan pertolongan dalam hidup mereka.
Dengan semangat “mulai lagi setiap hari”, Joice mengajak generasi muda untuk tak takut memilih jalan pengabdian.
Karena sejatinya, sekecil apa pun kontribusi yang diberikan dengan hati, selalu punya arti besar bagi sesama.
(Ryansengala)

