Cabang Dinas Pendidikan Daerah Propinsi Sulawesi Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi meluncurkan program strategis bertajuk “Peer to Peer” untuk mempercepat pemerataan kompetensi Pembelajaran Mendalam (PM) bagi seluruh guru di tingkat SMA dan SMK di lingkungan Cabdin kabupaten kepulauan Sangihe.
Program ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui
Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Propinsi Sulawesi Utara, yang telah berlangsung sejak Juni hingga Desember 2025, dengan tiga orang fasilitator daerah (Fasda).
Kepala Seksi PSMA Cabdin Sangihe, Rudy Rompas, SE, M.Pd., menjelaskan bahwa akselerasi ini menggunakan sistem sekolah sasaran ke sekolah non-sasaran/imbas untuk memastikan materi pelatihan menjangkau seluruh tenaga pendidik.
“Teknisnya, tiga guru model dari sekolah sasaran yang telah mengikuti pelatihan PM, akan berbagi praktik baik kepada tiga guru utusan dari sekolah non-sasaran, atau sekolah yang diimbas” ujar Rudy saat penutupan pelatihan PM, Jumat (12/12/2025) di aula SMK Negeri 1 Tahuna.
Rudy menambahkan, sistem ini akan berlanjut secara berantai atau “menggurita”. Guru yang telah menerima pelatihan di sekolah sasaran/pengimbas wajib membagikan ilmunya kepada tiga rekan sejawat lainnya di sekolah masing-masing. Dengan pola ini, pemerataan kompetensi PM ditargetkan tuntas pada Juni 2026.
Senada dengan itu, Fasilitator Daerah (Fasda) PM, Christony Mopoliu, S.Pd., menekankan pentingnya dampak nyata di dalam kelas. Ia mendorong para guru untuk langsung menerapkan pendekatan PM melalui observasi dan refleksi bersama.
“Melalui pembelajaran mendalam, kita menyiapkan generasi Sangihe yang inovatif, kritis, mampu memecahkan masalah, dan berdaya saing global,” tegas Guru Penggerak angkatan pertama tersebut, saat dikonfirmasi belum lama ini.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara Wilayah Sangihe, Drs. Jursan H. Kagansa, SE., memberikan apresiasi tinggi atas semangat para guru. Ia berharap transformasi ini membuat pendidikan di Sangihe menjadi lebih bermakna. Dan sangat berharap program “peer to peer” sukses dan berdampak.
“Semoga kompetensi guru ini mentransformasi pendidikan agar lebih berkesadaran dan menyenangkan. Kita ingin siswa aktif, kreatif, dan mampu mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata,” harap Kagansa, Senin (9/2/226).
(Artman)

