Kabar baik datang bagi warga Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Persoalan ketersediaan air bersih yang selama ini dirasakan di sejumlah wilayah perlahan mulai menemukan jalan keluar.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyepakati pembangunan jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bungalawang Tahuna dengan nilai anggaran Rp12 miliar. Program ini diharapkan mampu meningkatkan layanan air bersih sekaligus mendukung pengembangan Kawasan Khusus Perbatasan di Kota Tahuna.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Utara Reza Risky Pratama, yang berlangsung di Kantor BPBPK Sulawesi Utara, Selasa (20/1/2026).
Bupati Michael Thungari mengatakan, pembangunan SPAM Bungalawang menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih. Melalui jaringan perpipaan baru, distribusi air diharapkan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.
“Proyek ini sangat penting, tidak hanya untuk meningkatkan pelayanan air minum, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan infrastruktur dasar di Kota Tahuna,” ujar Michael.
Selain pembangunan jaringan baru, proyek ini juga mencakup penggantian pipa lama yang telah digunakan sejak puluhan tahun lalu. Pembaruan tersebut diharapkan dapat mengurangi tingkat kebocoran, meningkatkan kualitas air, serta memperbaiki sistem distribusi secara bertahap.
Kepala BPBPK Sulawesi Utara Reza Risky Pratama menyampaikan optimismenya terhadap pelaksanaan proyek ini. Ia menargetkan proses kontrak pekerjaan rampung paling lambat pada April 2026, sehingga manfaatnya dapat mulai dirasakan masyarakat pada akhir tahun 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga menandatangani berita acara serah terima barang milik negara dari Kementerian Pekerjaan Umum yang dihibahkan kepada pemerintah daerah. Penyerahan ini menjadi bagian dari penguatan pengelolaan infrastruktur di tingkat daerah.
Pemerintah daerah juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan sejumlah usulan proyek strategis tahun anggaran 2027 sebagai upaya berkelanjutan memperkuat infrastruktur dasar, khususnya di wilayah perbatasan.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran terkait, termasuk perwakilan Perumda Ake’u Banua dan unsur teknis Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Peliput: Rendy Saselah

